TIPS PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI YANG EFEKTIF
Ternyata ada berbagai metode kontrasepsi yang dapat dipilih oleh pasangan usia subur. Pemilihan motode kontrasepsi sebaiknya dilakukan secara rasional sesuai dengan kebutuhan agar efektif dalam penggunaannya. Untuk lebih memberikan pemahaman mengenai tips dan trik dalam pemilihan metode kontrasepsi yang tepat dan meningkatkan efektivitas dari pemilihan kontrasepsi, pada 10 September 2022 Tim PKRS dan Pokja PKBRS RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menggelar edukasi kepada pelanggan di poliklinik Kebidanan dengan materi Pemilihan Kontrasepsi Untuk Jangka Panjang. Hadir sebagai edukator dr. Anggita Veterina, Sp.OG.
Pemilihan metode kontrasepsi menyesuaikan dengan pola perencanaan keluarga. Pada pasangan usia subur usia < 20 tahun, tujuan penggunaan kontrasepsi adalah untuk menunda kehamilan. Apabila kehamilan pada usia < 20 tahun memiliki berbagai risiko seperti berat badan bayi rendah, perdarahan pada saat persalinan, serta meningkatkan kematian ibu dan bayi. Pada pasangan usia 21-35 tahun tujuan penggunaan kontrasepsi untuk menjarangkan atau memberi jarak kehamilan selanjutnya. Biasanya dipakai 3-4 tahun menyesuaikan dengan jarak kelahiran yang direncanakan. Pada pasangan usia lebih dari 35 tahun dan tidak ingin hamil lagi dapat memilih metode dapat dipakai jangka panjang, efektivitas tinggi dan reversiibiltas rendah. Sebelum memilih metode kontrasepsi diskusikanlah terlebih dahulu dengan pasangan, dan konsultasikan kepada tenaga kesehatan yang berkompeten. Pemilihan metode kontrasepsi juga tidak bisa sembarangan karena berdasarkan kondisi kesehatan calon pengguna kontrasepsi.
Kontrasepsi bisa diaplikasikan pada pria maupun wanita. Namun tidak bisa dimungkiri, pilihan kontrasepsi pada pria memang hanya sedikit. Hanya ada dua pilihan yaitu kondom dan vasektomi. Untuk Wanita ada berbagai jenis kontrasepsi yang tersedia dengan efektivitas yang beragam. Mulai dari tradisional yaitu senggama terputus, kalender, dan metode menyusui ASI ekslusif. Metode kontrasepsi modern/ efektif seperti suntik, pil kombinasi, pil progesterone, pil sekuensial, Implan, dan Intra uterine device (IUD). Hingga metode kontrasepsi jangka Panjang (MKJP) seperti Tubektomi, vasektomi, implan, dan IUD. MKJP merupakan jenis kontrasepsi dengan kelangsungan pemakaiannya dapat bertahan selama 3 tahun sampai seumur hidup.
IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan alat kontrasepsi yang yang dimasukkan melalui serviks dan dipasang dalam rahim. Cara kerja IUD yaitu menghambat kemampuan sperma menuju tuba falopi, mencegah sperma dan ovum bertemu, serta memungkinkan mencegah implantasi telur dalam uterus. Efektifitas penggunaan hingga 99,4% dan dapat mencegah kehamilan hingga 5-10 tahun. IUD dapat dipasang setiap waktu dalam siklus haid, segera setelah melahirkan, setelah keguguran, serta setelah 6 bulan apabila menggunakan metode amenore laktasi (MAL).
Implan merupakan alat kontrasepsi yang dipasang dibawah lapisan kulit pada lengan atas bagian samping dalam. Terdapat dua jenis Implan yaitu jedena & indopant (2 batang) serta Implanon (1 batang). Implan terbukti sangat efektif untuk mencegah kehamilan. Pada tahun pertama hanya 0,2 – 1 kehamilan per 100 perempuan pasca pemasangan implan. Cara kerja Implan dengan mengurangi transportasi sperma dan menekan ovulasi. Penggunaan impalan dapat dipasang setiap saat selama siklus haid hari ke-2 sampai hari ke-7, insersi dapat dilakukan setiap saat asal tidak saat hamil, daerah insersi harus kering dan bersih pada 48 jam pertama. Apabila setelah pemasangan implan demam, radang, dan merasakan sakit yang menetap kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.
MOW atau biasa disebut dengan tubektomi merupakan prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas/kesuburan perempuan secara permanen. Dilakukan dengan mengikat dan memotong tuba falopi sehingga sperma tidak dapaat bertemu dengan ovum. Syarat dilakukannya MOW adalah usia > 26 tahun, memiliki anak > 2, telah yakin memiliki jumlah anak sesuai dengan kehendaknya, kehamilan selanjutnya menimbulkan risiko yang serius, dan paham secara sukarela dengan prosedur yang akan dijalani. MOW sangat efektif dalam mencegah kehamilan.
Prosedur klinis untuk menghentikan kapasitas reproduksi pada pria atau metode kontrasepsi permanen pada pria yaitu Vasektomi/MOP. Edukasi sebelum Tindakan ini perlu dilakukan seperti informasi bahwa vasektomi tidak mengganggu hormon yang menyebabkan perubahan kepuasan seksual, setelah proses vasektomi pasien juga diedukasi agar hasil yang diharapkan menjadi maksimal seperti pertahankan perban 3 hari, hindari mengangkat beban, tidak boleh menarik luka, dan lakukan pemeriksaan semen 3 bulan pasca vasektomi.
Bagaimana, sudah tahu akan memilih metode kontrasepsi yang mana? Apabila masih belum yakin, ayah dan bunda bisa datang ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Konsultasikan secara langsung dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang siap memilihkan metode kontrasepsi yang tepat, aman, dan nyaman.
