PERAWATAN ANAK DI RUMAH
ertempat di ruang tunggu loket pendaftaran pada tanggal 11 Desember 2019, materi disampaikan oleh Edi Riyanto, SKep, dan Muryani, SKep, Ns tentang PERAWATAN ANAK DI RUMAH AGAR ANAK TIDAK MUDAH SAKIT, dengan materi lengkap sebagai berikut:
Saat si kecil sakit biasanya orang tua menjadi panik dan sedih karena melihat anaknya terkulai lemas tak berdaya.. Sejatinya memang wajar bayi dan anak-anak mudah sakit jika dibandingkan orang dewasa, anak-anak memang lebih rentan terhadap penyakit karena sistem imunnya belum terbentuk dengan sempurna. Ada beberapa faktor yang menyebabkan si kecil sakit, yaitu:
1. Masalah kekebalan tubuh
Pada umumnya kekebalan tubuh pada anak masih rendah sehingga mudah sekali terkena penyakit, oleh karena itu sebagai orangtua tentunya harus selalu memperhatikan asupan makanan maupun aktifitas yang dilakukan oleh anak.
2. Paparan lingkungan
Anak-anak yang sering melakukan aktivitas di luar rumah lebih mudah terserang penyakit, apalagi anak-anak usia sekolah yang mudah sekali tertular penyakit yang berasal dari teman sekolah atau teman bermainnya.
3. Infeksi
Demam merupakan salah satu tanda infeksi. Infeksi yang sering terjadi pada anak diantaranya yaitu infeksi virus, bakteri, jamur dan infeksi lainnya.
Untuk mencegah agar anak tidak mudah sakit diantaranya yaitu:
1. Menjaga kebersihan
a. Kebersihan lingkungan, sebagai orangtua hendaknya selalu memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal termasuk perlengkapan anak seperti pakaian, perlengkapan makan minum, tempat bermain dan peralatan bermain anak.
b. Kebersihan diri, orangtua hendaknya menanamkan kebiasaan-kebiasaan sehat agar anak terhindar dari berbagai macam penyakit, kebiasaan-kebiasaan yang termasuk menjaga kebersihan diri yaitu:
- Cuci tangan, waktu yang dianjurkan untuk cuci tangan yaitu sebelum dan sesudah makan, sesudah beraktifitas, sebelum tidur, usai bepergian, setelah buang air kecil dan buang air besar.
- Mandi 2x sehari
- Mencuci kaki sebelum tidur
- Gosok gigi minimal 2x sehari, waktu yang dianjurkan yaitu pagi hari dan sebelum tidur malam
2. Istirahat yang cukup, biasakan anak untuk tidur tepat waktu, terutama tidur malam, karena dengan tidur dan istirahat yang cukup dapat membangun system kekebalan tubuh pada anak.
3. Jauhkan anak dari paparan asap rokok, debu, dan polusi udara. Rendahnya tingkat kekebalan anak membuat kualitas udara sangat mempengaruhi tingkat kesehatan anak, usahakan anak mendapatkan cukup oksigen yang fresh dan terbebas dari polusi udara. Orang tua perokok juga harus sadar untuk jauh dari anak ketika merokok atau lebih baik berhenti total merokok demi kesehatan sendiri dan keluarga karena tidak sedikit penyakit yang timbul akibat paparan asap rokok. Jika tidak bisa berhenti merokok solusinya yaitu jangan merokok di dekat anak, setelah selesai merokok usahakan mandi keramas, gosok gigi dang anti pakaian, karena jika tidak mengganti pakaian maka bekas asap rokok menempel pada pakaian dan bisa terhirup oleh anak.
4. Berikan makanan yang bergizi, makanan yang bergizi yaitu makanan dengan komponen lengkap seperti yang dianjurkan dalam Permenkes no 41 tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang. Piring sajian sebaiknya diisi dengan asupan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral seimbang. Dalam satu porsi sajian, sayur-sayuran dan buah-buahan disarankan porsinya adalah separuh bagian piring. Sementara itu separuh bagian piring lainnya diisi oleh karbohidrat dan protein.
5. Hindari makanan instan dan jajan yang tidak sehat, contohnya yaitu minuman atau makanan yang mengandung bahan pengawet dan bahan pewarna yang tidak sehat.
6. Aktif bergerak/berolahraga, bukan cuma orang tua yang harus berolahraga, anak-anak pun juga sudah bisa mulai diajak untuk aktif bergerak dan berolahraga walau hanya olahraga yang ringan saja. Dengan tubuh yang aktif otomatis aliran darah menjadi lancar sehingga kecukupan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh semakin baik. Hal itu tentunya akan membuat anak tetap sehat dan bugar.
7. Imunisasi, ditengah pro dan kontra tentang manfaat pemberian imunisasi dengan munculnya berbagai gerakan anti imunisasi, menurut saya pribadi itu menjadi hak orang tua sepenuhnya, namun saya sendiri meyakini jika imunisasi memberikan manfaat yang sangat besar terbukti dengan beberapa kejadian ledakan wabah penyakit tertentu pada suatu daerah karena tidak adanya kesadaran utk imunisasi, contohnya penyakit difteri yang sudah lama tidur dan sekarang mulai bangun lagi karena ada beberapa kasus difteri yang muncul.
Demikian hal-hal yang dapat dilakukan di rumah agar kesehataan anak tetap terjaga, selain membiasakan anak-anak untuk melakukan kebiasaan yang baik, tentunya orangtua juga mencontohkan dan melakukan secara rutin sehingga anak-anak dapat mencontoh kebiasaan baik orangtuanya.
Saat si kecil sakit biasanya orang tua menjadi panik dan sedih karena melihat anaknya terkulai lemas tak berdaya.. Sejatinya memang wajar bayi dan anak-anak mudah sakit jika dibandingkan orang dewasa, anak-anak memang lebih rentan terhadap penyakit karena sistem imunnya belum terbentuk dengan sempurna. Ada beberapa faktor yang menyebabkan si kecil sakit, yaitu:
1. Masalah kekebalan tubuh
Pada umumnya kekebalan tubuh pada anak masih rendah sehingga mudah sekali terkena penyakit, oleh karena itu sebagai orangtua tentunya harus selalu memperhatikan asupan makanan maupun aktifitas yang dilakukan oleh anak.
2. Paparan lingkungan
Anak-anak yang sering melakukan aktivitas di luar rumah lebih mudah terserang penyakit, apalagi anak-anak usia sekolah yang mudah sekali tertular penyakit yang berasal dari teman sekolah atau teman bermainnya.
3. Infeksi
Demam merupakan salah satu tanda infeksi. Infeksi yang sering terjadi pada anak diantaranya yaitu infeksi virus, bakteri, jamur dan infeksi lainnya.
Untuk mencegah agar anak tidak mudah sakit diantaranya yaitu:
1. Menjaga kebersihan
a. Kebersihan lingkungan, sebagai orangtua hendaknya selalu memperhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal termasuk perlengkapan anak seperti pakaian, perlengkapan makan minum, tempat bermain dan peralatan bermain anak.
b. Kebersihan diri, orangtua hendaknya menanamkan kebiasaan-kebiasaan sehat agar anak terhindar dari berbagai macam penyakit, kebiasaan-kebiasaan yang termasuk menjaga kebersihan diri yaitu:
- Cuci tangan, waktu yang dianjurkan untuk cuci tangan yaitu sebelum dan sesudah makan, sesudah beraktifitas, sebelum tidur, usai bepergian, setelah buang air kecil dan buang air besar.
- Mandi 2x sehari
- Mencuci kaki sebelum tidur
- Gosok gigi minimal 2x sehari, waktu yang dianjurkan yaitu pagi hari dan sebelum tidur malam
2. Istirahat yang cukup, biasakan anak untuk tidur tepat waktu, terutama tidur malam, karena dengan tidur dan istirahat yang cukup dapat membangun system kekebalan tubuh pada anak.
3. Jauhkan anak dari paparan asap rokok, debu, dan polusi udara. Rendahnya tingkat kekebalan anak membuat kualitas udara sangat mempengaruhi tingkat kesehatan anak, usahakan anak mendapatkan cukup oksigen yang fresh dan terbebas dari polusi udara. Orang tua perokok juga harus sadar untuk jauh dari anak ketika merokok atau lebih baik berhenti total merokok demi kesehatan sendiri dan keluarga karena tidak sedikit penyakit yang timbul akibat paparan asap rokok. Jika tidak bisa berhenti merokok solusinya yaitu jangan merokok di dekat anak, setelah selesai merokok usahakan mandi keramas, gosok gigi dang anti pakaian, karena jika tidak mengganti pakaian maka bekas asap rokok menempel pada pakaian dan bisa terhirup oleh anak.
4. Berikan makanan yang bergizi, makanan yang bergizi yaitu makanan dengan komponen lengkap seperti yang dianjurkan dalam Permenkes no 41 tahun 2014 tentang pedoman gizi seimbang. Piring sajian sebaiknya diisi dengan asupan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral seimbang. Dalam satu porsi sajian, sayur-sayuran dan buah-buahan disarankan porsinya adalah separuh bagian piring. Sementara itu separuh bagian piring lainnya diisi oleh karbohidrat dan protein.
5. Hindari makanan instan dan jajan yang tidak sehat, contohnya yaitu minuman atau makanan yang mengandung bahan pengawet dan bahan pewarna yang tidak sehat.
6. Aktif bergerak/berolahraga, bukan cuma orang tua yang harus berolahraga, anak-anak pun juga sudah bisa mulai diajak untuk aktif bergerak dan berolahraga walau hanya olahraga yang ringan saja. Dengan tubuh yang aktif otomatis aliran darah menjadi lancar sehingga kecukupan oksigen dan sari-sari makanan ke seluruh tubuh semakin baik. Hal itu tentunya akan membuat anak tetap sehat dan bugar.
7. Imunisasi, ditengah pro dan kontra tentang manfaat pemberian imunisasi dengan munculnya berbagai gerakan anti imunisasi, menurut saya pribadi itu menjadi hak orang tua sepenuhnya, namun saya sendiri meyakini jika imunisasi memberikan manfaat yang sangat besar terbukti dengan beberapa kejadian ledakan wabah penyakit tertentu pada suatu daerah karena tidak adanya kesadaran utk imunisasi, contohnya penyakit difteri yang sudah lama tidur dan sekarang mulai bangun lagi karena ada beberapa kasus difteri yang muncul.
Demikian hal-hal yang dapat dilakukan di rumah agar kesehataan anak tetap terjaga, selain membiasakan anak-anak untuk melakukan kebiasaan yang baik, tentunya orangtua juga mencontohkan dan melakukan secara rutin sehingga anak-anak dapat mencontoh kebiasaan baik orangtuanya.
