STANDAR PELAYANAN PRE DAN POST OPERASI BEDAH SARAF
Halo Sedulur Margono,
apa yang terlintas di pikiran saat mendengar tentang operasi bedah saraf?
Pastinya sesuatu yang menakutkan dan sulit untuk dibayangkan. Operasi bedah
saraf adalah salah satu prosedur medis yang dilakukan untuk mendiagnosis atau
mengobati penyakit pada sistem saraf melalui tindakan pembedahan. Operasi ini dapat
dilakukan di area kepala/ otak, tulang belakang, maupun saraf tepi sesuai
dengan kondisi yang dialami. Mengingat prosedur ini bukan sesuatu yang umum
bagi masyarakat, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum (pre) dan setelah (post) operasi bedah saraf agar menunjang kesembuhan.
PROSEDUR PERSIAPAN
SEBELUM OPERASI (PRE OPERASI)
Berikut persiapan pre operasi yang perlu dilakukan:
1. Persiapan fisik dan
mental, pasien dan keluarga sudah mengetahui diagnosis, prosedur tindakan, dan
resiko yang terjadi.
2. Persiapan kelengkapan
dokumen berupa penandatanganan inform
consent (persetujuan tindakan operasi, pembiusan, penandaan daerah operasi)
dan dokumen jaminan pembiayaan rawat inap.
3. Pemeriksaan terkait
kondisi pasien meliputi pemeriksaan penunjang (laboratorium dan radiologi
sesuai kebutuhan), tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas,
suhu, dan saturasi oksigen), rekam jantung/ EKG untuk pasien dengan umur >17
tahun, dan konsultasi dengan dokter spesialis lain (misal anestesi, penyakit
dalam, jantung, paru, dll sesuai kondisi pasien).
4. Operasi dengan
pembiusan total wajib puasa minimal 7-8 jam (pasien dewasa) dan 4-6 jam (pasien
anak).
5. Jika memungkinan mandi
keramas serta oral hygiene.
6. Sampaikan kepada
perawat terkait riwayat penyakit/ operasi, obat yang dikonsumsi, alergi obat
atau makanan jika ada.
7. Simpan perhiasan, gigi
palsu, dan bersihkan make-up serta kuku
tanpa kuteks.
8. Mencukur bulu/ rambut
dilakukan di dalam ruang operasi.
9. Pada operasi tulang
belakang diperlukan fleet enema.
PROSEDUR PERAWATAN
SETELAH OPERASI (POST OPERASI)
Berikut perawatan post operasi yang perlu dilakukan:
1. Pada beberapa kasus
dengan diagnosis tumor kepala, perdarahan kepala, operasi tulang cervical, dll
memerlukan ruang ICU untuk perawatan lanjutan setelah operasi.
2. Pasien boleh makan dan
minum setelah operasi jika sudah sadar penuh, terdengar bising usus, tidak mual
muntah. Rata-rata diperlukan waktu 3-4 jam pemulihan setelah operasi.
3. Posisi pasien setelah
operasi disesuaikan dengan diagnosis, contoh untuk pasien dengan operasi kepala
disarankan elevasi kepala 30 derajat, untuk operasi tulang belakang disarankan
tirah baring 1x24 jam.
Nah itu tadi standar pelayanan sebelum (pre) dan setelah (post) operasi bedah saraf yang perlu Sedulur Margono ketahui. Untuk layanan bedah saraf di RSMS bisa didapatkan baik di poliklinik Reguler maupun VIP dengan fasilitas yang memadai dan dokter Spesialis Bedah Saraf yang sudah berpengalaman.
