PENGOBATAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER

Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal secara terus menerus, tanpa terkendali dibandingkan dengan jaringan sekitarnya. Kanker dapat diobati dengan bermacam-macam cara salah satunya dengan kemoterapi, namun mayoritas penderita kanker merasa takut efek dari Kemoterapi, untuk itu PKRS RSMS pada tanggal 31 Maret 2022 mengangkat tema “Kemoterapi” yang disampaikan oleh Tim Onkologi Terpadu ruang Wijayakusuma (Mutmainah, AMK dan Greytika Winahyu KP, S. Kep, Ns).

Kemoterapi adalah metode pengobatan yang bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan obat kanker untuk menghambat proliferasi sel. Obat-obatan kemoterapi diberikan melalui suntikan atau infus. Tujuan pemberian kemoterapi yaitu untuk pengobatan kanker, mengurangi massa tumor selain pembedahan atau radiasi, meningkatkan kelangsungan hidup dan memperbaiki kualitas hidup pasien, serta mengurangi komplikasi akibat metastase. Beberapa jenis pengobatan kemoterapi,

1)      Neo-adjuvant Chemotherapy, dilakukan sebelum operasi untuk memperkecil sel tumor saat dilakukan operasi.

2)      Adjuvant Chemotherapy, dilakukan setelah operasi untuk menghilangkan sel tumor yang mungkin masih tersisa setelah dilakukan operasi atau radioterapi.

3)      Chemoradiation, diberikan bersamaan dengan radiasi untuk memperkecil kemungkinan kambuh

Meskipun memiliki beberapa manfaat, kemoterapi memiliki beberapa efek samping yang dapat kita minimalisir. Efek samping dapat muncul ketika sedang dilakukan pengobatan atau beberapa waktu setelah pengobatan. Efek samping yang bisa timbul antara lain, lemas, mual dan muntah, gangguan pencernaan, sariawan, rambut rontok, serta efek pada darah seperti anemia. Untuk mengurangi efek samping  kemoterapi, beberapa hal yang dapat dilakukan makan makanan favorit tinggi kalori dan tinggi protein dengan porsi kecil, lakukan istirahat yang nyaman, lakukan olahraga ringan, rawat dan jaga kebersihan gigi mulut dengan menggunakan obat kumur sesuai anjuran dokter, gunakan sabun dan lotion lembut untuk kulit, perbanyak istirahat, dan hindari kelelahan.

Selain menjalankan pengobatan, pasien tetap harus menjaga asupan gizi agar badan tetap sehat. Konsumsi makanan dan minuman pasien kemoterapi harus diperhatikan dengan benar. Berikut merupakan saran makanan/minuman yang bagus dikonsumsi oleh pasien kemoterapi,

1)   Daging

Dapat meningkatkan haemoglobin dan kaya zat besi. Batasi porsi daging dengan  menyantap 3-5 ons saja setiap kali makan.

2)  Sayuran

Sayuran merupakan salah satu makanan penambah darah. Sayuran penambah darah antara lain bayam, ubi, kacang polong hijau, kacang merah, kol, lobak, kentang, brokoli dan sawi.

3)  Kacang-kacangan

Beberapa jenis kacang dapat mengatasi kekurangan darah, terutama kacang almond. 1 ons kacang almond setiap hari memberikan 6 persen zat besi ke dalam tubuh.

Selama menjalani kemoterapi sebaiknya hindari makanan-makanan terlalu asam, berbumbu tajam, berlemak (santan) atau pedas, karena makanan ini akan menambah mual dan dapat memperberat luka pada lambung yang terjadi akibat pemberian kemoterapi. Demikian pula karena alasan yang sama, hindari minuman yang mengandung soda atau alkohol, kopi, dan rokok. Tetap semangat dalam menjalani pengobatan, selalu berdoa terhadap tuhan Yang Maha Esa, dan selalu terapkan  protokol kesehatan.