CEGAH STUNTING, ITU PENTING!

Sedulur Margono,

Dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045, ada berbagai permasalahan yang masih harus dihadapi dan diatasi bersama. Salah satunya adalah Stunting. Menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.

Pencegahan stunting sebaiknya dilakukan sejak masa 1000 hari pertama kehidupan. Masa ini dimulai sejak awal pembuahan, kehamilan hingga anak berusia 2 (dua) tahun. Bayi yang lahir dengan prematuritas dan berat badan rendah (BBLR) beresiko mengalami stunting.

Berikut cara jitu yang dapat dilakukan untuk menaikkan berat badan bayi premature dan BBLR agar terhindar dari stunting:

1.    Pemberian ASI Ekslusif. Pemberian ASI ekslusif dilakukan selama 6 (enam) bulan pertama, susui bayi setiap 2-3 jam termasuk di malam hari untuk memastikan kebutuhan kalori terpenuhi.

2.    Pemberian ASI perah atau donor ASI jika diperlukan. Hal ini dapat dipertimbangkan jika produksi ASI ibu kurang. Konsultasikan dengan konsultan laktasi untuk meningkatkan produksi ASI.

3.    Penggunaan fortifier ASI. Fortifier (penguat) ASI direkomendasikan pada beberapa kasus untuk meningkatkan kandungan kalori dan protein pada ASI.

4.    Pemberian nutrisi tambahan (dengan rekomendasi dokter). Untuk bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI, dokter dapat merekomendasikan susu formula khusus. Pastikan susu sesuai rekomendasi dokter.

5.    Teknik menyusui yang benar. Pastikan perlekatan mulut bayi ke payudara sudah benar agar bayi mendapatkan ASI maksimal. Perhatikan tanda bayi sudah kenyang seperti berhenti menyusu atau terlihat rileks.

6.    Pantau kenaikan berat badan secara rutin setiap minggu di fasilitas kesehatan. Idealnya berat badan bayi premature harus naik sekitar 15-30 gram/hari.

7.    Stimulasi dan kontak kulit ke kulit (perawatan metode kanguru). Metode ini dapat membantu meningkatkan berat badan bayi dengan memperbaiki regulasi suhu tubuh, pola tidur, dan frekuensi menyusu.

8.    Cegah infeksi. Bayi premature dan BBLR rentan terhadap infeksi maka pastikan kebersihan lingkungan, tangan, dan alat-alat bayi selalu terjaga. Lengkapi imunisasi sesuai jadwal untuk melindungi bayi dari penyakit.

9.    Konsultasi rutin dengan dokter dan ahli gizi untuk membantu rencana nutrisi sesuai kondisi bayi.

10. Faktor psikologis dan dukungan ibu. Kesehatan mental ibu sangat penting, ibu yang tenang dan mendapat dukungan keluarga lebih mudah memproduksi ASI.

            Demikian cara-cara jitu yang dapat Sedulur Margono lakukan untuk menaikkan berat badan bayi prematur dan BBLR. Cegah stunting itu penting!