Penanganan Stroke Cepat, Lengkap, dan Terintegrasi dalam Satu Layanan
1. Stroke Harus Ditangani Segera
Stroke adalah kondisi gawat darurat medis. Semakin cepat pasien mendapat pertolongan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan fungsi otak dan memperbaiki proses pemulihan.
2. Prinsip “Time is Brain”
Dalam stroke, setiap detik sangat berarti. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kerusakan otak, kecacatan, bahkan kematian.
3. Layanan Stroke dalam Satu Sistem
RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo menghadirkan One Stop Stroke Center untuk menangani pasien stroke mulai dari pemeriksaan awal, diagnosis, tindakan medis, perawatan, hingga rehabilitasi.
4. Penanganan pada Waktu Emas
Pada fase awal, terutama 0–4 jam pertama, pasien tertentu dapat dinilai untuk terapi trombolisis guna membantu melarutkan sumbatan pembuluh darah otak sesuai indikasi medis.
5. Tindakan untuk Sumbatan Pembuluh Darah Otak
Untuk kasus tertentu yang datang dalam rentang 6–24 jam, tersedia layanan trombektomi untuk membantu membuka atau mengangkat sumbatan pembuluh darah otak.
6. Didukung Fasilitas Modern
Layanan stroke didukung fasilitas seperti CT Scan, CT Angiografi, MRI, Cath Lab, dan angiografi untuk membantu dokter menilai kondisi otak dan pembuluh darah secara cepat dan akurat.
7. Pemulihan Setelah Stroke
Setelah fase akut tertangani, pasien dapat melanjutkan rehabilitasi melalui fisioterapi dan Transcranial Magnetic Stimulation atau TMS sesuai kebutuhan klinis.
8. Tim Stroke Siap 24 Jam
Pelayanan didukung dokter neurologi subspesialistik, perawat, radiografer, rehabilitasi medik, dan tenaga kesehatan lain yang siap memberikan penanganan cepat dan terkoordinasi.
9. Kenali Tanda Stroke
Segera ke rumah sakit bila mengalami wajah mencong, bicara pelo, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, pusing hebat mendadak, atau penurunan kesadaran.
10. Penanganan Cepat, Peluang Pulih Lebih Baik
One Stop Stroke Center RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo hadir untuk memberikan penanganan stroke yang cepat, tepat, lengkap, dan terpercaya bagi masyarakat.