Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto
  rsmargono@jatengprov.go.id
    (0281)632708

Kenali dan Cegah TB-HIV & AIDS

Posted on 04 Februari 2015 09:10:14


Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Kuman ini tidak hanya menyerang paru-paru tapi juga organ lainnya, seperti tulang, sendi, kelenjar limfa, kulit, usus, selaput otak dan lainnya.

Gejala penyakit TB pada umumnya seperti batuk berdahak terus menerus selama 2 - 3 minggu atau lebih, terkadang dahak keluar bercampur darah, nafas terasa sesak dan dada terasa nyeri, demam lebih dari satu bulan dan berkeringat pada malam hari walaupun tanpa melakukan aktifitas dan selera makan berkurang dan berat badan menurun.

Pemeriksaan yang perlu dijalani untuk menegakkan diagnosis TB seperti dahak, pemeriksaan klinis, dan pemeriksaan foto toraks oleh dokter. Pemeriksaan dahak dilakukan tiga kali berturut-turut yaitu :

  • Sewaktu(Hari I) keluarkan dahak anda, disaksikan oleh petugas Puskesmas/BP4/Rumah sakit/dokter dan berikan dahak tersebut kepada petugas kesehatan untuk diperiksa.
  • Pagi (Hari II) Esok paginya, segera setelah bangun tidur, keluarkan dahak di rumah, lalu bawalah dahak tersebut kepada petugas kesehatan di Puskesmas/BP4/Rumah sakit/ dokter untuk diperiksa.
  • Sewaktu (Hari II) Keluarkan dahak anda, disaksikan oleh petugas Puskesmas/BP4/Rumah sakit/ dokter dan berikan dahak tersebut kepada petugas kesehatan untuk diperiksa.

TB dapat diobati dengan cara:

  • Penyakit TB dapat disembuhkan jika minum obat secara teratur sampai tuntas (lama pengobatan 6 sampai 8 bulan)
  • Jangan berhenti minum obat sebelum dinyatakan sembuh oleh petugas kesehatan/dokter. Jika berhenti sebelum waktunya, penyakit TB akan lebih sukar diobati.
  • Periksakan dahak selama masa pengobatan, pemeriksaan dahak ulang penting untuk memastikan kemajuan dari pengobatan.
  • Selama masa pengobatan, pasien bersedia diawasi oleh Pengawas Minum Obat (PMO) seperti (Bidan Desa atau anggota keluarga yang dipilih).

Penularan TB dapat dicegah dengan cara menutup mulut dengan sapu tangan atau tisu dan jangan membuang dahak di sembarang tempat. Ketika pasien TB batuk  atau bersin akan menyebarkan sekitar 3.000 percikan dahak yang mengandung kuman TB ke udara. Orang di sekeliling pasien TB tersebut dapat tertular karena menghirup udara yang mengandung TB

Penyakit TB berkaitan dengan HIV & AIDS karena TB penyakit oportunistik yang sering dijumpai pada ODHA(Orang Dengan HIV & AIDS), TB merupakan penyebab utama kematian pada ODHA, orang yang terinfeksi HIV lebih mudah tertular TB dan kolaborasi TB-HIV penting, supaya bila ada pasien TB diantara ODHA dapat segera ditemukan untuk dapat ditangani secara dini dan tepat.

Pelayanan Kolaborasi TB-HIV dapat dilaukan dengan petugas kesehatan di klinik TB akan merujuk pasien TB ke Klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing), jika pasien memiliki resiko terkena HIV & AIDS (misalnya pasien atau pasangannya sering berhubungan seks berganti-ganti pasangan, atau menggunakan narkoba suntik). Sebaliknya pasien HIV atau ODHA yang menjalani pengobatan ARV TB oleh dokter, jika ada salah satu gejala TB maka pasien dirujuk ke klinik TB atau unit DOTS di rumah sakit atau pelayanan kesehatan.

Jika pasien terkena TB dan HIV secara bersamaan maka:

  • TB dapat disembuhkan dengan berobat secara teratur sampai tuntas.
  • Periksa ke dokter di rumah sakit yang menyediakan ARV(Anti Retro Viral) untuk memastikan apakah sudah diminum.
  • Virus HIV dapa dikendalikan dengan minum ARV secara teratur
  • Hidup sehat, istirahat cukup, makan teratur, berolah raga, hindari rokok dan alkohol.
  • Saat batuk dan bersin tutup mulut dengan sapu tangan/tissu atau gunakan masker

Pencarian Berita

Arsip Berita