Jl. Dr. Gumbreg No.1 Purwokerto
  rsmargono@jatengprov.go.id
    (0281)632708

INTERVENSI KORONER PERKUTAN BAGI PASIEN JANTUNG KORONER

Posted on 07 Januari 2017 10:28:34


Pada era masa kini, kita terbiasa hidup dalam aktifitas tinggi dimana waktu merupakan hal yang sangat berharga. Sehingga pola hidup kita menjadi konsumtif terhadap hal-hal yang bersifat instan, termasuk makanan. Kita tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga, terbiasa bekerja hingga larut, istirahat fisik dan pikiran yang kurang, dimana hal-hal tersebut memicu kerja jantung dan pembuluh darah yang ekstra. Penting bagi kita untuk mengatur pola hidup agar mencegah munculnya gangguan-gangguan metabolism tubuh, terutama organ penting seperti jantung. Salah satu gangguan yang berhubungan dengan pola hidup, pola makan, dan stress tinggi yang dapat muncul adalah penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner adalah suatu gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner (jantung) akibat adanya penyempitan atau sumbatan pembuluh darah tersebut sehingga aliran nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan oleh otot jantung tidak dapat didistribusikan secara optimal. Penyakit jantung koroner masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Hal ini disebabkan gejala dan tanda dari gangguan aliran pada aliran pembuluh darah koroner dapat terjadi tiba-tiba, terkadang belum sempat tertangani di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu kita harus mencegah terjadinya penyakit jantung koroner yang bias dilakukan dengan menghindari factor risiko yang dapat diubah dan melakukan pola hidup sehat, menjaga pola makan, serta menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala. Faktor risiko utama penyakit jantung koroner adalah kebisaaan merokok, darah tinggi, penyakit kencing manis (diabetes mellitus), factor keluarga, kadar lemak darah yang tinggi, dan usia. Apabila kita dapat mengatur factor risiko tersebut, tentu risiko menderita penyakit  jantung koroner akan lebih rendah. Sedangkan bila kita sudah terlanjur memiliki factor risiko, maka yang harus dilakukan adalah mengontrolnya serta melakukan cekulang secara berkala.
Penyakit jantung koroner terkadang memberikan gejala awal yang ringan dan tidak terlalu khas sehingga sering orang awam menganggap sebagai suatu keluhan biasa seperti masuk angin atau sakit maag. Keluhan penyakit jantung koroner dapat berupa nyeri dada bagian tengah dan kiri yang terkadang menjalar keleher, pundak, punggung atau sampai ketangan kiri. Sifat nyerinya tidak dapat dijelaskan secara pasti, bias nyeri seperti ditusuk-tusuk, bias seperti ditindih beban berat, atau napas terasa pendek. Lokasi utama nyeri tidak dapatditentukan dengan jari karena area nyeri dada yang tidakjelas, biasanya pasien menunjukkan lokasi nyeri dengan telapak tangan. Apabila keluhan masih ringan, makan yeri dada yang dirasakan dalam durasi pendek, dalam hitungan detik, yang akan hilang dengan sendirinya. Bila gangguan lebih berat, maka durasi nyeriakan lebih lama, bias lebih dari 15 menit. Andai kata gangguan tersebut sudah menyebabkan serangan jantung, maka kadang nyeri dada dapat disertai dengan keringat dingin, mual dan muntah, bahkan bias terjadi pingsan. Tentunya bila sudah sampai terjadi hal tersebut, pasien memerlukan penanganan intensif.
Keluhan ringan yang dicurigai sebagai suatu gangguan awal penyakit jantung koroner tentu perlu ditindak lanjuti agar tidak berkembang menjadi gangguan berat. Bila individu telah memiliki factor risiko dan sudah mulai terasa keluhan nyeri atau rasa tak nyaman di dada, akan sangat baik bila dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan kondisi sebenarnya. Pemeriksaan awal yang penting adalah rekam jantung (elektrokardiografi), dimana bias dinilai ada tidaknya gambaran kekurangan oksigen pada otot jantung (iskemik). Gambar aniskemik bias menjadi salah satu kecurigaan adanya gangguan hantaran oksigen akibat penyempitan pembuluh darah koroner, sehingga perlu pembuktian benar tidaknya telah terjadi penyempitan. Standar emas pemeriksaan tersebut adalah tindakan koronoangiografi yang dapat melihat gambaran aliran cairan kontras yang mengisi pembuluh darah koroner bersama dengan aliran darah. Bila tampak kontras tidak mengisi penuh pembuluh darah koroner, maka dikatakan ada penyempitan. Andai kata penyempitan dinilai bermakna, ada indikasi kuat untuk dilakukan penangangan agar aliran darah dapat kembali baik dengan cara melebarkan kembali pembuluh darah yang menyempit agar sesuai ukuran normal pembuluh darah.
Pelayanan terhadap pasien jantung di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo telah lama dijalankan. Data pasien rawat jalan di poliklinik jantung menunjukkan banyak yang memiliki keluhan nyeri dada ringan dengan berbagai variasi dengan ada atau tidaknya gambaran kecurigaan iskemik pada rekam jantung. Selain itu rumah sakit Kami melayani rawat inap dengan keluhan khas suatu serangan jantung. Beberapa pasien telah dipastikan ada tidaknya penyempitan pembuluh darah koroner dengan pemeriksaan koronoangiografi yang telah dimulai sejak Mei 2016. Mayoritas pasien yang menjalani koronoangiografi menunjukkan adanya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Selama ini pasien-pasien dengan penyempitan pembuluh darah koroner masih dirujuk kefasilitas kesehatan di tingkat lanjut untuk menanganinya. Hambatan untuk pasien-pasien yang dirujuk tersebut adalah jarak dan waktu yang harus dijalani kekota Yogyakarta atau Semarang. Mereka perlu menyiapkan waktu khusus, biaya yang tidaksedikituntuktransportasidanakomodasiselamapemeriksaan di kota lain, dan belum tentu pasien dapat ditangani langsung saat dating pertama kali kefasilitas kesehatan rujukan. Menilai pentingnya pelayanan tersebut bagi masyarakat di Banyumas dan sekitarnya, maka RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo membuka pelayanan tindakan intervensi koroner perkutan untuk menangani gangguan penyempitan pada pembuluh darah koroner. Tindakan ini bukan merupakan tindakan operasi, hanya menggunakan bius lokal di area pergelangan tangan atau pangkal paha untuk akses masuknya alat khusus untuk mengembangkan balon dan memasang ring di titik penyempitan. Pada kondisi yang stabil, pasien hanya perlu dirawat maksimal tiga hari termasuk persiapan, proses tindakan dan evaluasi pasca tindakan.
Pelayanan intervensi koroner perkutan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo diharapkan dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Banyumas dan sekitarnya, dimana RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo merupakan rumah sakit rujukan regional Jawa Tengah bagian selatan. Selain itu, pasien yang memerlukan penanganan penyempitan pembuluh darah koroner tidak perlu dirujuk ke kota lain sehingga akan meringankan beban pasien. Semua itu sesuai dengan visi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo yaitu “Prima dalam Pelayanan Sub Spesialistik & Pendidikan Profesi “.


Pencarian Berita

Arsip Berita